Serupa tapi tak sama, banyak orang mengira kalau brand personality itu sama dengan brand identity. Padahal keduanya berbeda konsep, lho.

Apa aja sih perbedaan brand personality dan brand identity? Yuk simak di bawah ini!

Brand Personality

Brand personality mengacu pada karakteristik, kepribadian atau kesan dari sebuah brand, seperti friendly, sporty, feminine, simple, playful, dan masih banyak lagi. Brand personality juga bisa diartikan sebagai sekumpulan perasaan, emosi, dan kualitas yang pada suatu brand.

Sederhananya, brand itu seperti manusia yang memiliki personality atau kepribadiannya masing-masing. Seringkali, brand personality ini mencerminkan kepribadian dari target konsumennya.

Brand juga perlu bertahun-tahun dalam membangun personality. Sehingga ketika brand identity berubah suatu saat, namun sebagian besar brand personality biasanya akan tetap sama.

Salah satu contoh brand personality yaitu Nike yang merupakan brand perlengkapan olahraga dengan karakteristik atau kesan yang keren, exciting, dan inspirational. Kamu tahu kan brand ini, Velas?

Logo Nike

Another Insight: Is an Instagram Take Over Really a Thing?

Brand Identity

Brand juga harus memiliki identitas sehingga audiens langsung dapat mengenalinya. Misalnya, ketika kamu mendengar ‘Just Do It’, apa yang langsung kamu ingat? Kamu akan langsung ingat pada brand olahraga, Nike. Ini lah brand identity.

Brand identity dibangun melalui berbagai aspek, seperti logo, warna, shape, tipografi, website dan lain-lain.

Ketika Nike terlintas dipikiran kamu, maka kamu akan memikirkan juga warna atau bahkan logo Nike secara bersamaan.

Tapi apakah brand identity sepenting itu? Yap, brand identity sangat penting dimiliki oleh perusahaan karena merupakan wajah brand kamu, membedakan brand kamu dengan pesaing, membantu menciptakan brand awareness yang kuat, serta membangun kepercayaan dan kredibilitas diantara para konsumen.

Just Do It

Perbedaan Brand Personality dan Brand Identity

Ketika kamu berbicara mengenai brand personality, maka aspek lain perlu disorot. Aspek ini merupakan brand identity yang sama pentingnya dengan brand personality.

Hal yang perlu diingat bahwa brand personality merupakan kesan emosional yang melekat pada brand. Sementara itu, brand identity mengacu pada aspek logis.

Brand personality dan brand identity itu berbeda ya, Velas. Keduanya pun dibangun selama periode waktu tertentu.

Jadi gimana udah paham ‘kan mengenai perbedaan antara brand personality dan brand identity? Jangan sampai tertukar lagi ya, Velas!