Kalian pernah lihat atau denger tagline ‘Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro?’ Kalau iya, berarti kalian sedang melihat salah satu contoh dari marketing campaign.

Marketing campaign ini sendiri digunakan untuk mempromosikan sebuah brand atau bisnis untuk menjangkau konsumen mereka.

Marketing campaign tentunya punya beragam strategi, tapi sebelum itu ada hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam membuat marketing campaign agar bisa mencapai target yang sudah ditentukan. Check this out!

  • Deep Dive into the Brand

Hal ini terlihat sepele karena kadang kita sering merasa sudah mengenali brand atau produk kita, namun coba kenali lagi produk/jasa yang kamu tawarkan lebih mendetail.

Somethinc, Build Your Skin Solver

Salah satu contoh yang menarik adalah brand Somethinc, produk skincare asal Indonesia. Tidak hanya menyediakan satu jenis skincare saja tapi justru Somethinc melakukan riset panjang tentang bermacam-macam kondisi kulit dan permasalahannya untuk bisa menemukan skincare yang tepat sehingga Somethinc bisa menjadi jawaban bagi berbagai kondisi kulit.

Untuk lebih paham brand/ produk kamu coba perhatikan poin – poin berikutnya ya!

  • Competitor Research

Kita bisa ambil contoh soal Satria yang memiliki usaha kedai kopi di kotanya. Namun, ia bingung terkait branding yang terbaik untuk usaha kopinya. Disinilah Satria perlu melakukan riset kompetitor.

Riset ini berguna untuk mencari tahu soal bagaimana kopi Satria bisa berbeda dari kopi lainnya. Misalnya, kedai kopi lain memiliki value nongkrong namun kedai kopi Satria adalah kopi yang cepat saji untuk mereka yang punya jadwal padat tapi tetep harus ngopi.

Dengan menemukan perbedaan inilah, Satria bisa menonjolkan keunikan brand kopi miliknya sebagai kedai kopi penyedia kopi cepat.

  • Know Your Customer

Sebelum melakukan penawaran, kenali dulu konsumen atau target market yang dimiliki. Salah satu contohnya adalah Dove. Target market dari Dove adalah perempuan maka mereka membuat iklan-iklan yang memiliki pesan untuk perempuan.

Dove Shampoo

Target market ini tidak hanya ditentukan secara tiba-tiba namun, Dove butuh riset mendalam tentang konsumen seperti bagaimana sikap dan karakter pembeli yang jadi targetnya.

Disini Dove membuat persona buyer dengan membuat campaign tentang kecantikan wanita yang selalu di identikkan dengan umur. Dove ingin menunjukan, dengan Dove Semua perempuan itu cantik berapapun umurnya.

  • Set Your Branding Position

Hal lain yang perlu diketahui yaitu branding position. Kita bisa memahami branding position dari produk/jasa kita dengan menjawab 2 pertanyaan penting yaitu:

  1. Apa yang produk bisa lakukan?
  2. Untuk siapa produk ini dibuat?
Paseo, My K-Drama Companion

Salah satu contoh brand yang memiliki branding posisition yang baik adalah Tissue Paseo, yang pernah melakukan inovasi sederhana lewat packagingnya hanya dengan tulisan “It’s KDrama Time”.

Melalui copywriting yang tertulis, kita pasti langsung paham bahwa Tissue Paseo jadi tissue yang menemani kamu selama nonton drama Korea.

  • What is The Big Idea?

Bagian yang cukup sulit adalah membuat ide besar untuk sebuah marketing campaign. Ide besar ini bisa jadi penentu agar produk/jasa bisa dikenal dan stand out di antara begitu banyak brand.

Sasa Generasi Micin

Kita bisa mencontoh brand Sasa yang menjual MSG. Mereka menangkap tren soal generasi micin yang sering dianggap negatif oleh masyarakat dan menjadikannya sebuah campaign ‘Sasa Generasi Micin’.

  • Set Your Brand Image

Ibarat tokoh dalam cerita, sebuah produk/jasa juga perlu memiliki persona/karakter tertentu yang akan dikenal oleh masyarakat. Brand image bisa dibuat dengan cara memanusiakan produk atau jasa yang ditawarkan.

Contohnya, Indomie yang memiliki tagline ‘Indomie Seleraku’. Dari tagline yang ikonik ini, membangun image ke masyarakat bahwa produk Indomie pasti cocok dengan selera yang dimiliki setiap orang khususnya di Indonesia.

  • Make Your Product as a HERO

Karakter dari brand yang sudah dibangun harus jadi tokoh utama dalam setiap iklannya.

Minum Mastin Tiap Hari

Kalian pasti ingat iklan Mastin, produk kesehatan yang terbuat dari ektrsak kulit buah manggis. Iklan Mastin memiliki soundtrack dan di dalam lirik untuk soundtracknya membahas soal kehebatan ekstrak kulit manggis dan didukung visualisasi seorang perempuan yang senang dan sehat karena menggunakan produk Mastin.

  • Tell Your Good, Without Dragging Others Down

Marketing campaign yang dilakukan akan lebih baik lagi kalau kita fokus pada kelebihan produk dan sebisa mungkin tidak menjelek-jelekkan brand lain.

Contoh, kopi Satria membuat iklan yang mengatakan bahwa kopi Dini memiliki rasa yang tidak enak. Itu bukan iklan tapi ujaran kebencian dan justru menjatuhkan nama brand itu sendiri. Coba kembali ke poin 1, kenali produk/jasa yang ditawarkan lebih mendalam dan temukan keunggulan yang bisa dihighlight!

  • Review & Repeat Your Best Campaign

Setelah sudah melakukan semuanya, hal lain yang tidak kalah penting adalah mengevaluasi marketing campaign yang sudah dijalankan! Lakukan lagi yang berhasil dan bisa kalian modifikasi eksekusinya supaya lebih menarik!

Referensi : Ogilvy, David. Ogilvy on Advertising, Random House LLC, New York, 1985.